Sistem Drainase Gravitasi (aliran bercampur udara dan air)
Diameter pipa ½ hingga ⅔ lebih besar dibanding pipa tegak sifon dengan aliran yang sama.
Jumlah kepala penangkap air hujan lebih banyak dengan distribusi yang kurang fleksibel dibanding sistem lainnya.
Jumlah pipa tegak air hujan yang banyak dapat mengurangi estetika bangunan.
Jumlah bak kontrol air hujan yang lebih banyak menyebabkan biaya proyek lebih tinggi.
Jumlah pipa horizontal bawah tanah yang lebih banyak mengakibatkan pemborosan pipa.
Penggalian yang lebih besar menyebabkan peningkatan volume pekerjaan.
Pipa horizontal memerlukan kemiringan saat pemasangan, yang dapat mengganggu instalasi peralatan lain.
Air hujan sebelum kepala penangkap tidak dapat dikontrol sehingga berisiko menyebabkan genangan atau luapan.
Jumlah kepala penangkap air hujan yang dapat dihubungkan ke satu pipa tegak terbatas.
Aliran di dalam pipa lambat dan mudah tersumbat sehingga memerlukan pembersihan tambahan.
Sistem Drainase Sifon (aliran penuh)
Diameter pipa yang lebih kecil mampu mengalirkan air lebih banyak dibanding sistem gravitasi dengan diameter yang sama.
Jumlah kepala penangkap air hujan yang lebih sedikit memungkinkan distribusi yang lebih fleksibel.
Jumlah pipa tegak air hujan yang lebih sedikit memudahkan penataan bangunan.
Jumlah bak kontrol air hujan yang lebih sedikit mengurangi biaya.
Jumlah pipa horizontal bawah tanah yang lebih sedikit menghemat penggunaan pipa.
Volume pekerjaan penggalian lebih sedikit dan instalasi lebih mudah.
Pipa horizontal tidak memerlukan kemiringan, sehingga memudahkan pemasangan peralatan lainnya.
Kedalaman air hujan sebelum kepala penangkap dapat dikendalikan, sehingga pengaliran lebih cepat dan aman.
Jumlah kepala penangkap air hujan yang dihubungkan ke satu pipa tegak tidak terbatas.
Aliran di dalam pipa cepat, sistem memiliki kemampuan pembersihan sendiri sehingga pembersihan tambahan tidak diperlukan.